Minggu lalu ibu saya telepon, suaranya agak panik. Beliau baru denger dari tetangga kalau akun aplikasi pinjaman itu bahaya kalau dibiarkan aktif terus, katanya bisa disalahgunakan orang lain. Ibu saya, yang emang jarang pakai Kredivo lagi sejak dua tahun terakhir, langsung nanya ke saya, “gimana caranya biar akun ibu itu aman, tapi ibu masih bisa pakai lagi kalau butuh nanti?”
Saya coba jelasin pelan-pelan, tapi ternyata saya sendiri baru sadar istilahnya emang sering bikin bingung. Ada yang bilang tutup Kredivo, ada yang bilang blokir, ada juga yang nyaranin nonaktifkan aja. Kedengarannya mirip, padahal tiga hal itu beda konsekuensinya. Daripada ibu saya salah ambil langkah, saya coba riset dulu sebelum kasih saran.
Tutup Akun, Ini yang Paling Final
Yang pertama saya jelasin ke ibu saya adalah opsi tutup akun, karena ini yang paling sering disalahpahami orang sebagai satu-satunya cara “biar aman”. Padahal opsi ini sifatnya permanen banget. Tidak bisa dikembalikan ke kondisi semula jika sudah ditutup.
Begitu akun ditutup lewat customer service resmi, semua tagihan harus lunas dulu, poin atau reward yang belum kepake bakal hangus, dan yang paling penting, statusnya nggak bisa diaktifkan lagi selamanya.
Saya bilang ke ibu, “kalau ibu tutup, nanti kalau butuh lagi, ibu harus daftar dari nol.” Ibu saya langsung geleng-geleng, karena beliau masih mau punya opsi buat pakai lagi suatu saat nanti. Ibu berpikir bahwa limit pinjaman Rp50 juta itu selama ini ngebantu banget terutama kalau dalam kondisi mendesak.
Blokir Sementara, Jalan Tengah yang Pas
Nah, ini yang akhirnya saya rekomendasikan ke ibu saya. Blokir akun sementara itu beda konsepnya, bukan permanen kayak tutup akun, dan justru cocok buat situasi ibu saya yang cuma khawatir soal keamanan tapi masih mau pertahankan akunnya.
Caranya juga gampang banget saya jelasin lewat telepon. Tinggal masuk ke menu Akun di halaman utama, pilih Keamanan, klik Blokir Akun, terus pilih alasan pemblokirannya. Kalau alasannya nggak ada di daftar, bisa pilih “lainnya” dan isi sendiri. Terakhir tinggal input PIN buat konfirmasi, dan selesai, akun langsung aman tanpa harus kehilangan hak buat aktifkan lagi nanti.
Nonaktifkan, Istilah yang Sebenarnya Sama dengan Blokir
Ini bagian yang bikin ibu saya paling bingung awalnya. Beliau kira nonaktifkan itu opsi ketiga yang beda lagi dari dua yang saya jelasin sebelumnya.
Saya luruskan, sebenarnya istilah nonaktifkan sementara yang sering dicari orang itu merujuk ke fitur yang sama persis dengan blokir akun. Cuma beda penyebutan aja di kalangan pengguna, tapi secara teknis prosesnya identik, lewat menu Keamanan, konfirmasi pakai PIN, dan sifatnya sementara. Begitu ibu saya paham ini, beliau langsung lega karena nggak perlu bingung lagi milih di antara “nonaktifkan” atau “blokir”, soalnya memang dua istilah itu ngarah ke fitur yang sama.
Kenapa Pilihan yang Tepat Itu Penting
Setelah saya jelasin semua bedanya, ibu saya akhirnya pilih blokir sementara. Alasannya simpel, beliau masih suka pakai Kredivo PayLater buat bayar tagihan listrik tiap bulan, cuma sekarang lagi jarang aja karena anak-anaknya udah pada bantu bayarin.
Dengan blokir sementara, akun ibu saya aman dari kemungkinan disalahgunakan, tapi begitu suatu saat butuh lagi, tinggal buka blokirnya lewat menu yang sama tanpa perlu daftar ulang dari awal. Beda jauh sama kalau beliau kadung ambil opsi tutup akun yang sifatnya nggak bisa dibalik lagi.
Dari pengalaman bantuin ibu saya ini, saya jadi ngerti kenapa banyak orang googling soal tutup Kredivo padahal yang sebenarnya mereka butuhkan itu cuma blokir sementara. Istilahnya emang mirip-mirip, tapi konsekuensinya jauh beda. Jadi sebelum kamu ambil keputusan, coba tanya dulu ke diri sendiri, kamu butuh jeda sementara atau memang udah yakin pengin berhenti total, biar nggak salah pilih kayak yang hampir dialami ibu saya.